Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Selamat membaca »
Bagikan kepada teman!

Puasa Senin Kamis

Diantara keutamaan dan keberkahan Puasa Sunnah Senin Kamis yaitu bahwa pintu-pintu surga di buka pada dua hari tersebut yaitu Senin dan Kamis. Pada saat inilah orang-orang Mukmin diampuni.


Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Pintu-pintu Surga di buka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim)

Keutamaan dan keberkahan berikutnya, bahwa amal-amal manusia diperiksa di hadapan Alloh pada kedua hari ini. Sebagaimana yang terdapat dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau bersabda, “Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Alloh dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang di antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan.” (HR. Muslim)

Karena itu, selayaknya bagi seorang Muslim untuk menjauhkan diri dari memusuhi saudaranya sesame Muslim, atau memutuskan hubungan dengannya, ataupun tidak memperdulikannya dan sifat-sifat tercela lainnya, sehingga kebaikan yang besar dari Allah Ta’ala ini tidak luput darinya.


Keutamaan hari Senin dan Kamis yang lainnya Hadist Nabi Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia mengatakan, “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis”. (HR. Tirmidzi, an-Nasa-i, Ibnu Majah, Imam Ahmad)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini dengan sabdanya, “Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya)

Dalam shahih Muslim dari hadits Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah ditanya tentang puasa hari Senin, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya Al-Qur’an kepadaku pada hari tersebut.” (HR.Muslim)


Ash-Shan’ani rahimahullah berkata, “Tidak ada kontradiksi antara dua alasan tersebut.” (Lihat Subulus Salam). Berdasarkan hadits-hadits di atas maka disunnahkan bagi seorang Muslim untuk berpuasa pada dua hari ini, sebagai puasa tathawwu’ (sunnah).

Keutamaan lain yang dimiliki hari Kamis, bahwa kebanyakan perjalanan (safar) Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam terjadi pada hari Kamis ini. Beliau menyukai keluar untuk bepergian pada hari Kamis. Sebagaimana tercantum dalam Shahih Bukhari bahwa Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Sangat jarang Rasululloh Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar (untuk melakukan perjalanan) kecuali pada hari Kamis.”


Dalam riwayat lain juga dari Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Shalallohu ‘alaihi wassalam keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk, dan (menang) beliau suka keluar (untuk melakukan perjalanan) pada hari Kamis.” (HR.Bukhori)



http://www.facebook.com/note.php?note_id=490664618099 oleh Mbah Jenggot
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Makna Alif Lam Mim

Alif laam miim. "Hanya Allah lah yang mengetahui maksudnya" (QS, Al-Baqarah Ayat 1)
 
Biasanya tiap satu kata terdiri dari beberapa huruf, dan memberikan arti tertentu. Akan tetapi Allah swt telah memulai 29 surat dari 114 surat di dalam Kitab-Nya dengan huruf-huruf (ada pula dengan sebuah huruf) di mana setiap huruf di baca sendiri-sendiri, seperti ayat pertama dari surat Al-Baqarah ini. Sebagai contoh, الم kita tidak membacanya "alam" Akan tetapi kita membacanya "alif laam miim". Huruf-huruf semacam ini, yang tak pernah ada sebelumnya di dalam bahasa Arab, di dalam istilah ulama Mufassiriin disebut "huruf Muqotto'ah", artinya huruf yang terpotong-potong, karena ia dibaca sendiri-sendiri, tak menyambung.
 
"Alif Lam Mim" termasuk huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surah Alquran. Ada dua hal yang perlu dibicarakan tentang huruf-huruf abjad yang disebutkan pada permulaan beberapa surah dari Alquranul Karim itu, yaitu apa yang dimaksud dengan huruf ini, dan apa hikmahnya menyebutkan huruf-huruf ini ?
 
Tentang soal pertama, maka para Mufassir berlainan pendapat, yaitu:
 
1. Ada yang menyerahkan saja kepada Allah, dengan arti mereka tidak mau menafsirkan huruf-huruf itu. Mereka berkata, "Allah sajalah yang mengetahui maksudnya." Mereka menggolongkan huruf-huruf itu ke dalam golongan ayat-ayat mutasyabihat yang tujuan Allah menurunkan huruf muqoththo’ah ini adalah untuk menguji para hambanya, apakah mereka akan beriman atau ragu-ragu dan mengingkarinya.
Pendapat pertama ini sebagaimana diriwayatkan dari Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, dan Abdullah bin Mas’ud, - mengatakan bahwa huruf muqoththo’ah ini adalah rahasia Allah di dalam Al Qur’an, kita tidak mengetahui maksud dan artinya. Akan tetapi kita tetap harus membacanya dan beriman bahwa huruf muqoththo’ah tersebut diturunkan oleh Allah swt.
 
2. Ada yang menafsirkannya. Mufassirin yang menafsirkannya ini berlain-lain pula pendapat mereka, yaitu:
 
a. Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah isyarat (singkatan dari kata-kata), umpamanya Alif Lam Mim. Maka "Alif" adalah singkatan dari "Allah", "Lam" singkatan dari "Jibril", dan "Mim" singkatan dari Muhammad, yang berarti bahwa Alquran itu datangnya dari Allah, disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad. Pada Alif Lam Ra; "Alif" keringkasan dari "Ana", "Lam" keringkasan dari "Allah" dan "Ra" keringkasan dari "Ar-Rahman", yang berarti: Saya Allah Yang Maha Pemurah.
 
b. Ada yang berpendapat bahwa huruf-huruf itu adalah nama dari surah yang dimulai dengan huruf-huruf itu.
 
c. Ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan huruf-huruf abjad ini adalah huruf-huruf abjad itu sendiri. Maka yang dimaksud dengan "Alif" adalah "Alif", yang dimaksud dengan "Lam" adalah "Lam", yang dimaksud dengan "Mim" adalah "Mim", dan begitu seterusnya.
 
d. Huruf-huruf abjad itu untuk menarik perhatian. Menurut para mufassir ini, huruf-huruf abjad itu disebut Allah pada permulaan beberapa surah dari Alquranul Karim, hikmahnya adalah untuk "menantang".  

Tantangan itu bunyinya kira-kira begini: Alquran itu diturunkan dalam bahasa Arab, yaitu bahasa kamu sendiri, yang tersusun dari huruf-huruf abjad, seperti Alif Lam Mim Ra, Ka Ha Ya Ain Shad, Qaf, Tha Sin dan lain-lainnya. Maka kalau kamu sekalian tidak percaya bahwa Alquran ini datangnya dari Allah dan kamu mendakwakan datangnya dari Muhammad, yakni dibuat oleh Muhammad sendiri, maka cobalah kamu buat ayat-ayat yang seperti ayat Alquran ini. Kalau Muhammad dapat membuatnya tentu kamu juga dapat membuatnya.
 
Maka ada "penantang", yaitu Allah, dan ada "yang ditantang", yaitu bahasa Arab, dan ada "alat penantang", yaitu Alquran. Sekalipun mereka adalah orang-orang yang fasih berbahasa Arab, dan mengetahui pula seluk-beluk bahasa Arab itu menurut naluri mereka, karena di antara mereka itu adalah pujangga-pujangga, penyair-penyair dan ahli-ahli pidato, namun demikian mereka tidak bisa menjawab tantangan Alquran itu dengan membuat ayat-ayat seperti Alquran. 

Ada juga di antara mereka yang memberanikan diri untuk menjawab tantangan Alquran itu, dengan mencoba membuat kalimat-kalimat seperti ayat-ayat Alquran itu, tetapi sebelum mereka ditertawakan oleh orang-orang Arab itu, lebih dahulu mereka telah ditertawakan oleh diri mereka sendiri. Wallahu a’lam bis showaab.

 

Diambil dari Tafsiir Ibn Katsiir surat al Baqarah ayat 1 oleh Ust. Masaji Antoro
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Mbah Ma'idah, Waliyullah dari Ngembal Rejo Kudus


Mbah Maidah adalah salah satu pemuka atau orang yang  Mbau Rekso di dusun Kauman Ngembal Rejo ini. Mbah Maidah merupakan Waliyullah (Orang Sholih) yang melanjutkan perjuangan Mbah Poncowati yakni yang merupakan Tokoh Generasi Ke-3 (tiga) di Desa Ngembal Rejo dan terkenal sebagai salah satu seniman kuno yang menulis Al-Quran di kulit kambing

Mbah Maidah adalah putra dari pasangan K. Mustahal dan R. Nyai Kuning dari kerajaan Solo.Saudara Mbah Maidah di antaranya  adalah Tuan Tengah dan Bapak Kudarmi. Ada satu cerita yang menyatakan bahwa Mbah Maidah pernah menulis al-Qur'an dengan menggunakan pena tradisional.Pada zaman dahulu, pena tersebut dikenal dengan  nama pena sodo aren dan medianya menggunakan kulit kambing.Karyanya tersebut sebanyak 4 buah. Beliau dalam menulis Al Quran ini disertai puasa, setiap berbuka dan sahur cukup dengan nasi yang menempel di 1 tutulan pena.

Dan sekarang salah satu karyanya di abadikan di Museum Nasional Jakarta.   Menurut cerita, karyanya bisa sampai di Museum Jakarta, karena pada waktu itu Mbah Maidah menghadiahkan  karyanya tersebut kepada Ratu Sima Jepara, sebagai bukti Bapak Kepala Desa Kauman Ngembalrejo pernah berkata bahwa di desa ini pernah ditemukan kalung yang bertuliskan Ratu Sima, .Menurut warga ngembal rejo,bahwa Mbah Maidah adalah sosok pemuka masa dulu yang menyebarkan agama islam, beliau terkenal ahli riyadoh (tirakat) sehingga mampu membuat karya yang tidak semua manusia bisa melakukannya, dan beliau juga  termasuk  salah satu orang yang menjadi perintis di dirikannya Masjid Al-Huda di  dusun kauman Ngembalrejo yang makmur dan sejahtera ini

Betapa sulitnya mencari maqom tokoh ini karena tidak begitu masyhur dikalangan masyarakat Ngembal, sampai-sampai tetangga dekat maqom saja tidak mengetahui letak pasnya maqom beliau. Banyak peziarah dari santri-santri pondok setiap hari Jumu'ah, tetapi jarang bagi masyarakat umum.



Maqom Mbah Maidah ini terletak di Desa Ngembal Kecamatan Bae Kabupaten Kudus, tepatnya di belakang Masjid Jami' Al-Huda. Dibelakang masjid ini merupakan pemakaman umum, tetapi untuk maqom beliau di kilung besi dengan cat hijau. Rute menuju maqom beliau adalah Pabrik Jambu Bol yang pinggir jalan ke timur, ada plang catering "RG" ambil kiri masuk ke utara kira-kira 50 meter, pertigaan ambil kiri lurus 5 meter, ada pertigaan ambil kanan lurus kira2 200 meter ada pertigaan ambil kanan lurus 15 meter ada pemakaman umum, disitulah maqom Mbah ma’idah.



Sumber: Tulisan Mifrohul Hana dan H. Muhammad Nur (salah satu sesepuh dan Imam Masjid Jami' Al-Huda)
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Populer Sepekan

Untaian Doa


Doa Pagi dan Petang

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ اَلْمَصِيرُ

Ya Allah dengan kekuasaan-Mu aku memasuki pagi dengan kekuasaan-Mu aku memasuki petang dengan kekuasaan-Mu aku hidup dengan kekuasaan-Mu aku mati Dan kepada-Mu-lah tempat berpulang.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي وَاحْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Ya Allah aku memohon keselamatan dari-Mu dalam agamaku duniaku keluargaku dan hartaku. Ya Allah tutupilah auratku amankanlah kekhawatiranku jagalah diriku dari depanku belakangku sebelah kananku sebelah kiriku dan dari atasku. Aku berlindung dengan keagungan-Mu dari bahaya yang datang dari bawahku

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Gedung Seni dan Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2010. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger