Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Ibadah Nabi SAW di Bulan Sya'ban (1)

Sungguh berkata Sayyidatina Aisyah, "Belum pernah Nabi SAW melakukan puasa sunnah pada suatu bulan pun sebanyak puasa sunnah beliau SAW dibulan Sya’ban, dan sungguh beliau SAW pernah melakukan puasa Sya’ban sebulan penuh, dan beliau SAW bersabda : “Beramallah dari amal amal semampu kalian, sungguh Allah swt tidak pernah bosan hingga kalian sendiri yang bosan”, dan shalat sunnah yang paling disukai Nabi SAW adalah yang dilakukan dengan berkesinambungan walaupun sedikit, dan beliau SAW jika melakukan shalat sunnah maka beliau SAW mendawamkannya." (Shahih Bukhari)


Kita membahas terlebih dahulu betapa mulianya bulan sya’ban karena Rasul SAW memperbanyak ibadah di bulan sya’ban diantaranya puasa. Dengan memperbanyak puasa di bulan sya’ban itulah, Rasul SAW mengajarkan umatnya. Belum pernah beliau memperjuangankan banyak berpuasa sunnah melebihi di bulan sya’ban. Oleh sebab itu, isyarat Ilahiyyah dari perbuatan Sang Nabi SAW yang sangat mengetahui letak waktu – waktu mulia dan waktu – waktu yang lebih mulia dari sebagian waktu lainnya. Seraya mengambil waktu – waktu tersebut untuk memperbanyak ibadah yang tentunya telah menjadikan isyarat yang jelas bagi kita bahwa waktu – waktu tersebut sangat dimuliakan Allah.


Jika waktu tersebut sangat dimuliakan Allah, maka disitulah kesempatan bagi kita mengambil kesempatan untuk memperbanyak doa, munajat dan ibadah. Karena disaat – saat yang dimuliakan Allah itu, barangkali kita mendapatkan anugerah yang lebih dari waktu lainnya.
 
Bulan Sya’ban AlMukarram (Almukarram : yang dimuliakan) menyimpan kemuliaan yang banyak diantaranya adalah turunnya firman Allah “Innallaha wa malaikatahu yushalluuna alannabiy, yaa ayyuhalladzina’amanu shalluu alaihi wa sallimuu tasliimaa” QS. Al-Ahzab: 56.) Ayat ini turun di bulan Sya’ban, maka bulan Sya’ban disebut bulan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Karena dibulan Sya’ban inilah Allah menurunkan firman tersebut bagi seluruh mukminin mukminat hingga akhir zaman untuk memperbanyak shalawat kepada Sang Nabi SAW.


Dan di bulan Sya’ban itu pula terjadinya perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsa menuju Masjidil Haram di Makkah Al Mukarramah. Turunnya ayat Aku telah melihat engkau menginginkan kiblat yang mengarah ke tempat yang lain dari Masjidil Aqsa (wahai Muhammad), maka kami akan menghadapkan kiblatmu ke arah yang engkau inginkan (yaitu Masjidil Haram). Maka Sang Nabi SAW mengarahkan kiblatnya menuju Masjidil Haram dan kemudian turun ayat penyempurnanya, “maka hadapkanlah wajahmu ke Masjidil Haram”.(QS Al Baqarah 144) 

Demikian, Sya’ban merupakan Kesempurnaan Allah SWT, muncul padanya kepada Sayyidina Muhammad SAW yang mana bulan Rajab adalah bulan kemuliaan shalat. Shalat masih berlanjut terus menghadap ke Masjidil Aqsa dan kemudian di bulan Sya’ban, belasan bulan setelah diwajibkannya shalat itu maka dihadapkanlah kiblat itu ke Masjidil Haram sampai saat ini. Dan kejadian itu di bulan Sya’ban.


Dan bulan Sya’ban pula mempunyai kemuliaan agung yaitu malam Nishfu Sya’ban yang di malam itu Allah Swt memuliakan hamba- hambaNya dan disunnahkan padanya memperbanyak doa dan munajat. Sebagaimana dijelaskan oleh Hujjatul Islam Al Imam Syafi’i alaihi rahmatullah bahwa berbeda pendapat ulama tentang malam lailatul qadr, sebagian mengatakan di bulan Ramadhan, sebagian mengatakan di malam nishfu sya’ban. Namun tentunya pendapat yang lebih kuat “lailatul qadr adalah di bulan Ramadhan”. Namun ada juga pendapat yang mengatakn malam nishfu sya’ban mempunyai kemuliaan seperti malam lailatul qadr. Dan di malam nishfu sya’ban pula Allah Swt memberikan kesempatan kepada hamba- hambaNya dengan berganti amal kitab setiap tahunnya. Amal kitab pahalanya dan dosanya yang diganti setiap tahun. Agenda dosa dan pahala itu diganti oleh Allah mulai malam 15 sya’ban dan disitu disunnahkan untuk memperbanyak ibadah.


Muncul pertanyaan kepada saya, tentang amal – amal yang paling baik di malam nishfu sya’ ban? Sebagian para ulama mengajarkan shalat 100 rakaat dan lainnya. Tentunya belum saya temukan ada 1 dalil yang shahih mendukung shalat 100 rakaat di malam nishfu sya’ban. Akan tetapi hal itu terikat kepada sunnahnya memperbanyak ibadah di malam nishfu sya’ban. Maka apakah itu berupa memperbanyak ibadah shalat sunnah, memperbanyak doa, memperbanyak membaca Alqur’an, dan semua itu hal yang baik dilakukan di malam nishfu sya’ban. Malam – malam agung itu telah menanti kita, kemuliaan – kemuliaan itu menanti kita dan kemudian akan datanglah Ramadhan Al Mukarram.


Habib Munzir Al Musawwa
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Remaja Masjid Nurul Mubin Gilang Gelar Pekan Ruwahan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Remaja Masjid Nurul Mubin Gilang akan menggelar Pekan Ruwahan dan Haul Massal dalam bulan Sya’ban sekaligus menyambut datangnya Ramadhan 1438 H mulai tanggal 7 hingga 13 Mei 2017. Masjid yang terletak di Dukuh Pondok, Desa Bae, Kabupaten Kudus itu dikenal rutin mengadakan Pekan Ruwahan Tiap tahun.


Sebagaimana tradisi dari masyarakat muslim bahwa Bulan Sya’ban dalam kalender Hijriyah disebut juga Bulan Ruwah dalam penanggalan kalender Islam di Jawa. Bulan Ruwah dikenal dengan bulan kirim doa/ mendoakan arwah para leluhur  yang biasanya diisi dengan kegiatan doa bersama dan ziarah qubur yang disunnahkan.


Oleh karena itu, Remaja Masjid Nurul Mubin Gilang berinisiatif menyelenggarakan acara Ruwahan dan Haul Masal. Acara tidak hanya diisi dengan kegiatan Haul dan doa bersama, tetapi untuk melibatkan partisipasi masyarakat agar lebih cinta dengan masjid, panitia juga mengagendakan bermacam-macam perlombaan untuk anak-anak dan kegiatan khitanan Massal.


Adapun rangkaian kegiatan dalam Pekan Ruwahan dan Haul Massal ini adalah:


Lomba Keagamaan dan Ketangkasan


Dilaksanakan mulai hari Ahad 7 Mei 2017 hingga Rabu 10 Mei 2017 mulai ba’da Isya di Halaman utama dan serambi Masjid Nurul Mubin. Bagi yang ingin mendafatar untuk mengikuti lomba bisa datang ke Sekretariat Masjid Jami’ Nurul Mubin Gilang di Dukuh Pondok Desa Bae. Pendaftaran akan dilayani oleh Saudara Asyroful Anbiya, Zia Nailil Muna, dan Heni Ismawati hingga tanggal 6 Mei 2017.


Khitan Massal


Khitan Massal merupakan kegiatan yang selalu diagendakan di masjid Nurul Mubin setiap tahunnya. Untuk tahun ini akan diselenggarakan pada tanggal 12 Mei 2017 ba’da Jum’atan di Masjid Nurul Mubin. Pendaftaran peserta khitan massal dapat dilakukan melalui Bapak H. Qosim, S.Ag, MH (Koordinator Wilayah Krajan CP: 081325384829) dan Bapak Suja’I S.Pd (Koordinator Wilayah Bendo CP: 085225931272) hingga tanggal 6 Mei 2017. Uniknya, kegiatan khitan massal ini juga akan dimeriahkan oleh Marching Band Ibtidaul Falah. Menurut panitia, marching band tersebut selain untuk memeriahkan acara juga agar peserta khitan massal terhibur sehingga tidak terlalu takut akan disunat.


Kirim Doa


Acara kirim doa dilaksanakan pada hari Jumat 12 Mei 2017 mulai ba’da Isya. Acara ini diselenggarakan untuk mendoakan arwah leluhur para peserta. Nama-nama leluhur akan disebutkan dalam acara tersebut untuk didoakan. Selain mendoakan, acara seperti ini juga bermanfaat agar generasi muda mengenal leluhur-leluhurnya, mulai dari Mbah, Buyut, Canggah, Udeg-udeg dan seterusnya sehingga dapat mengikat tali persaudaraan dari Saudara-saudara yang mungkin belum mengetahui nama-nama leluhurnya.


Khotmil Qur’an dan Pengajian


Acara Puncak dari Pekan Ruwahan dan Haul Massal adalah Pengajian Umum yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu 13 Mei 2017 dengan penceramah Kyai Syaiful Huda (Cak Ipul Kudus). Sebelumnya, diadakan acara Khotmil qur’an bil Ghaib pada Sabtu pagi pukul 06.00 WIB
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Keutamaan Sholat Subuh (2)

Berikut ini adalah beberapa poin terpenting keutamaan shalat subuh,
 
1. Dijamin masuk surga
 
Orang yang rutin shalat berjamaah subuh selain dijamin terbebas dari api neraka, juga dijamin dalam masuk surga. Sebagaimana hadis yang artinya, dari Abu Bakar bin Ammarah dari bapaknya berkata, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menunaikan shalat pada dua waktu yang dingin (shalat subuh dan shalat ashar) maka ia akan masuk surga.” (H.R. Ibny Hiban)
 
2. Disaksikan oleh malaikat
 
Allah SWT berfirman: “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikanlah pula shalat subuh sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Q.S Al-Israa’[18]:78)
 
Dikala fajar, malaikat yang bertugas di siang hari dan malam hari menurut Rasulullah SAW, mereka berkumpul menyaksikan jama’ah shalat subuh. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, dari Abu Huraihah r.a dari Nabi Muhammad SAW bersabda, “Shalat berjamaa’ah lebih utama dua puluh lima derajat dibanding shalat sendiri, malaikat malam dan malaikat siang, mereka berkumpul dalam jama’ah shalat subuh.” (H.R. Al-Bukhari)
 
3. Menyelamatkan kaum dari adzab
 
Ini sebagaimana hadis riwayat Al-Ashbihani, dari Abu Umamah al-Bahili dari Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada suatu kaum yang mengumandangkan adzan untuk shalat subuh kecuali mereka akan dari adzab hingga malam hari. Dan tidak ada suatu kaum yang mengumandangkan adzan untuk shalat subuh kecuali mereka akan selamat dari adzab hingga malam hari. Dan tidak ada suatu kaum yang mengumandangkan adzan untuk shalat subuh kecuali mereka akan selamat dari adzab hingga malam hari. Dan tidak ada suatu kaum yang mengumandangkan adzan untuk shalat magrhib, kecuali mereka akan selamat dari adzab hingga subuh.”(HR. Al-Ash-bihani). Maksud dari hadis ini adalah, jika dalam suatu desa masyarakatnya melaksanakan shalat subuh berjama’ah, maka Insya Allah akan selamat dari adzab. Ini tidak lain dan tidak bukan karena pahala yang besar dari shalat subuh berjama’ah, sehingga mampu memalingkan murka Allah SWT
 
4. Mendapatkan berkah dari Allah SWT dan dilapangkan rejekinya
 
Dari Shakhr al-Ghamidi dari Nabi Muhammad SAW, “Ya Allah SWT berkatilah umatku atas aktivitas paginya.” (H.R Abu Daud). Rasulullah SAW jika mengutus pasukan perang atau tentara, beliau menyuruh mereka agar berangkat pagi. Dan Shakhr al-Ghamidi adalah seorang pedagang, Rasulullah SAW pun menyuruhnya untuk berangkat di pagi hari dan hal itu dilakukan Ghamidi dan dia menjadi orang kaya.
 
5. Menormalkan kinerja syaraf pusat dan menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.

Shalat subuh secara kusyuk ibarat kita berolah raga, sangat baik bagi kesehatan. Dengan bantuan shalat subuh yang kusyuk, syaraf kita akan bekerja dengan sempurna sesuai dengan sistemnya. Secara tidak langsung telah menormalkan kembali fungsi syaraf. Dan jika bagus sesuai sistem, maka aktivitas kita dalam mengarungi hari juga berjalan dengan sempurna dan lancar. Selain itu di dalam tubuh manusia terdapat banyak sekali jenis kelenjar hormon.
 
Diantaranya hormon yang memunculkan rasa emosi, hormon tiroid. Jika dihubungkan antara aktivitas ibadah seperti shalat subuh dan fungsinya sebagai penyeimbang hormon. Maka sangat beralasan jika para ulama berpendapat bahwa seseorang yang bangun siang (setelah matahari terbit dan terang), akan mengalami kegelisahan dan kegundahan hati. Karena menurut Prof.HM Hembing Wijayakusuma mengatakan jika hormon tiroid ini tidak seimbang karena terlalu aktif, akan menimbulkan perilaku-perilaku kurang wajar, seperti mudah marah, tergesa-gesa. Istilah ini dalam dunia kesehatan dinamakan hipertiroid.
 
Dengan begitu akan menyebabkan hilangnya keseimbangan hormon dan biokimia tubuh dan menggangu metabolisme tubuh. Dan pada saat itu berbagai macam penyakit mudah sekali menyerang, seperto jantung, liver, depresi, kanker, diabetes dll. Peranan shalat subuh sendiri sebagai obat mujarab dan resep dari Allah SWT yang manjur dalam menangkal berbagai penyakit tersebut. Ini juga bisa dibuktikan dari kaca mata medis yang dilakukan penelitian tiga ilmuwan, Furchgott, Ignatio serta Murad yang mendapat hadiah nobel pada tahun 1998. Dalam penelitiannya, dalam shalat subuh ternyata terdapat atau menghasilkan kandungan zat yang lazim disebut zat NO atau Nkitrik Oksida.
 
Jadi kalau kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena bekerja dapat diminimalisir dengan wudhu dan shalat sunnah dan wajib apalagi bila disertai berjalan kemasjid merupakan proteksi bagi pencegaha kejadian kardiovaskular. Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan shalat subuh tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin diatas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dab nebuat sel trimbosit darah kita menjadi bertambah, sehingga pikiran dan tubuh kita menjadi lebih tenang, juga bisa mengontrol kesehatan kita.
 
Demikianlah beberapa keutamaan dan khasiat shalat subuh. Sebenarnya masih banyak keutamaan lain shalat subuh, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita berusaha sebisa mungkin melaksanakan shalat subuh berjama’ah terlebih lagi dimasjid, dengan kusyuk (tuma’ninah), ikhlas dan mengharap keridhoan Allah SWT. Keutamaan dan khasiat shalat subuh itu tentu kita anggap saja sebagai bonus, karena amalan yang paing utama kita harapkan tentu saja pahala yang berlipat ganda, dan jaminan masuk surga. Amin amin ya robbal allamin.



Santya Herfian
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Hot Threads

Untaian Doa




Sholawat Sughra Syaikh Abdul Qadir Al Jilany

ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧﺎَ ﻣﺤَُﻤَّﺪٍ ﺍﻟﺴَّﺎﺑِﻖِ ﻟِﻠْﺨَﻠْﻖِ


ﻧُﻮْﺭُﻩُ ﻭَﺭﺣْﻤَﺔً ﻟِﻠْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ ﻇُﻬُﻮْﺭُﻩُ ﻋَﺪَﺩَ ﻣَﻦْ ﻣَﻀَﻰ


ﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻘِﻚَ ﻭَﻣَﻦْ ﺑَﻘِﻲَ ﻭَﻣَﻦْ ﺳَﻌِﺪَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﻣَﻦْ

ﺷَﻘَﻰ ﺻَﻼَﺓً ﺗَﺴْﺘـَﻐْﺮِﻕُ ﺍﻟْﻌَﺪَّ ﻭَﺗﺤُِﻴْﻂُ ﺑِﺎﻟْﺤَﺪِّ

ﺻَﻼَﺓً ﻻَ ﻏَﺎﻳَﺔَ ﻟَﻬَﺎ ﻭَﻻَ ﻣُﻨْﺘـَﻬَﻰ ﻭَﻻَ ﺍِﻧــْﻘِﻀَﺎﺀَ

ﺻَﻼَﺓً ﺩَﺍﺋِﻤَﺔً ﺑِﺪَﻭَﺍﻣِﻚَ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍَﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ

ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﺗَﺴْﻠِﻴْﻤًﺎ ﻣِﺜــْﻞَ ﺫَﺍﻟِﻚَ


Ya Allah curahkanlah keselamatan atas junjungan kami Muhammad, yang cahayanya mendahului keberadaan semua makhluk, yang kehadirannya menjadi rahmat bagi seluruh alam; rahmat yang jumlahnya sebanyak makhluk-makhluk-Mu, yang telah musnah dan yang masih ada, yang berbahagia ataupun yang menderita. Yaitu sebuah keselamatan yang melampaui bilangan dan batasan, yang tiada akhir, yang tak pernah putus; sebuah keselamatan yang kekal abadi seperti kekekalan-Mu. Shalawat serta salam yang demikian itu juga semoga dicurahkan kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya (Kitab As-Safinah Al-Qadiriyah )

Pengunjung ke-

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger