Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Kisah Kecintaan Sahabat Kepada Rasulullah SAW (2)

Kisah Kecintaan Abu Bakr Ash Shiddiq RA Pada Saat Pertama Kali Beliau Dan Rasulullah SAW  Pergi Ke Ka'bah Untuk Menyatakan Keislamannya Dihadapan Kafir-Kafir  Quraisy dijelaskan dalam Al Bidayah Ibnu Ishaq Juz 3/ 268. Rasulullah SAW Menyarankan Jangan, Tetapi Karena Kecintaan  Beliau Kepada Agama Allah SWT Dan Rasulul-Nya. Beliau Langsung Saja  Mengucapkan Kalimah Tauhid Dihadapan Pemuka-Pemuka Kaum Kafir Quraisy.

Pada Saat Itulah Beliau Dan Rasulullah SAW Diserang Oleh Orang Quraisy  Dan Abu Bakr RA Melindungi Tubuh Rasulullah SAW Dengan Tubuhnya. Abu  Bakar RA Ditendang, Dipukul Dengan Terompah (Sepatu/Kasut) Sehingga  Berdarah Tubuh Beliau Sedemikian Parahnya Sehingga Beliau Tidak Sadarkan  Diri satu Hari Lamanya. Dalam Keadaan Yang Demikian, Bani Teen, Orang Dari  Suku Beliau Membawa Beliau Pulang, Sedang Rasulullah SAW Telah Allah  SWT Selamatkan Dengan Qudrah-Nya.

Setelah Lama Tak Sadarkan Diri Abu Bakr  RA Membuka Mata Dan Kata-Kata Yang Pertama Keluar Dari Mulut Beliau Ialah: "Bagaimana Keadaan Rasulullah SAW ?" Kata-Kata Ini  Berulang-Ulang Terucap Dari Mulut Beliau Dan Berkata: "Demi Allah, Saya Tidak Akan Makan Sesuatu Apapun Sehingga Saya Melihat Wajah Rasulullah  SAW"

Dari Abdullah Bin Abu Bakar Ra., '.Sesungguhnya Sa'ad Bin Muadz R.A Berkata Kepada Nabi SAW. "Ya Rasulullah. Maukah Engkau Kami Buatkan Sebuah Benteng Dan Kami Siapkan Di Sisimu Sebuah Kendaraan. Kemudian Kami Maju Berhadapan Dengan Musuh, Jika Kami Diberi Kemenangan Oleh Allah Maka Itulah Yang Kami Harapkan. Tapi Jika Terjadi Sebaliknya,  Maka Engkau Dapat Segera Pergi Dengan Kenderaan Ini menemui Pasukan  Kita Yang Masih Ada Di Belakang Kita. Sebab Di Belakang Kami Tertinggal  Sejumlah Kaum Yang Sangat Mencintaimu.

Sungguh Andaikata Mereka Tahu  Bahwa Engkau Akan Berperang Pasti Mereka Akan Ikut Semuanya. Akan Tetapi Di Sebabkan Mereka Tidak Tahu Bahwa Engkau Akan Menemui Pasukan Musuh Seperti Ini. Maka Tidaklah Heran Jika Sebahagian Orang Tidak Ikut  Bersama Engkau."

Maka Rasullah SAW Menyatakan Terimakasihnya Dan  Mendoakan Kebaikan Baginya, Kemudian Mereka Membangunkan Sebuah Benteng  Bagi Nabi.

Diriwayatkan Dari ‘Aisyah R.A: Maka Abu Bakar Berkata, “Demi Allah, Sungguh Aku Lebih  Cinta Bersilaturrahmi Kepada Kerabat Rasulullah SAW. Daripada Kepada Kerabatku.” (HR. Bukhari).

Ali bin Abi Thalib, Beliau Pernah  Ditanya Tentang Cintanya Kepada Rasulullah SAW Beliau Menjawab: "Demi  Allah, Kami Menganggap Rasulullah SAW, Lebih Berharga Dari Anak-Anak  Kami Dan Ibu-Ibu Kami. Untuk Berada Disamping Baginda Adalah Lebih  Berharga Kepada Kami Daripada Meminum Air Sejuk Ketika Terasa Terlalu  Dahaga."

Ali Bin Abi Thalib Pulalah Yang Mengantikan Tempat Tidur  Rasulullah SAW Pada Saat Rumah Rasulullah SAW Dikepung Oleh  Pemuda-Pemuda Dan Tukang Bunuh Dari Berbagai Kabilah Di Quraisy Dengan  Senjata Terhunus, Demi Menyelamatkan Rasulullah SAW Beliau Tidur Mengantikan Tempat Tidur Nabi Dan Beliau Rasulullah SAW Tugaskan Untuk Memulangkan Barang Amanah Yang Pernah Dititipkan Oleh Kaum Quraisy Kepada Rasulullah SAW



Habib Muhammad Rafiq
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Kisah Kecintaan Sahabat Kepada Rasulullah SAW (1)

Seorang Shahabiyah (Sahabat Wanita) Mulia, Yang Bapaknya, Saudaranya  Dan Suaminya Terbunuh Di Perang Uhud Tatkala Dikabari Berita Duka  Tersebut Justru Ia Malah Bertanya Bagaimana Keadaan Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Lalu Dikatakan Kepadanya, “Beliau (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam) Baik-Baik Saja Seperti Yang  Engkau Harapkan.” Dia Menjawab, “Biarkan Aku Melihatnya.” Tatkala Ia  Melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dia Mengatakan,  “Sungguh Semua Musibah Terasa Ringan Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Kecuali Bila Hal Itu Menimpamu.” (Sirah Nabawiyyah  Libni Hisyam, 2:99).


Diriwayatkan Dari Ibnu Sirin, Ia Berkata:  Aku Pernah Berkata Kepada Ubaidah Bin Al-Jarrah, “Aku Memiliki Sebagian  Dari Rambut Nabi SAW. Kami Menerimanya Dari Anas Bin Malik Atau Dari Keluarga Anas.” Maka Ubaidah Berkata, “Sungguh, Satu Lembar Rambut Nabi SAW. Yang Ada Padaku Lebih Aku Cintai Daripada Dunia Dan Seisinya.” (HR.  Bukhari).


Kisah Kecintaan Sahabat Kepada Rasulullah SAW banyak  Diungkapkan Dalam Sejarah. Salah Satunya Ditunjukan Oleh Umar Bin Khatthab. ”Ya Rasulullah, Aku Mencintaimu Lebih Dari Segalanya, Kecuali  Jiwaku,” Kata Umar. Mendengar Itu, Rasulullah SAW menjawab, ”Tak  Seorang Pun Di Antara Kalian Beriman, Sampai Aku Lebih Mereka Cintai  Daripada Jiwamu.” ”Demi Dzat Yang Menurunkan Kitab Suci Al-Quran  Kepadamu, Aku Mencintaimu Melebihi Kecintaanku Kepada Jiwaku Sendiri,”  Sahut Umar Spontan. Maka Rasulullah SAW. Pun Menukas, ”Wahai Umar, Kini  Kamu Telah Mendapatkan Iman Itu” (HR. Bukhari).


Seorang Sahabat Mulia Yang Keluarganya Adalah Quraisy, Ia Ditangkap Oleh Quraisy Untuk  Dibunuh, Maka Berkata Abu Sufyan Berkata Kepadanya, “Wahai Zaid, Semoga  Allah Menguatkanmu, Apakah Engkau Senang Bila Muhammad Menggantikan Posisimu Sekarang Untuk Dipenggal Kepalanya Sedang Engkau Duduk Manis Bersama Keluargamu..?!! Maka Spontan Zaid Menjawab, “Demi Allah, Sungguh  Tidakkah Aku Senang Bila Muhammad Sekarang Tertusuk Duri Di Tempatnya, Sedang Aku Bersenang-Senang Bersama Keluargaku.” Abu Sufyan Pun  Mengatakan, “Saya Tidak Melihat Seorang Pun Yang Kecintaannya Melebihi  Kecintaan Sahabat-Sahabat Muhammad Kepada Muhammad.” (Sirah Nabawiyyah  Libni Hisyam, 3:160).


Diriwayatkan Dari ‘Aisyah Ra, Ia Berkata:  Suatu Hari Telah Datang Hindun Binti Utbah, Ia Berkata, “Wahai  Rasulullah! Seluruh Penghuni Rumah Yang Ada Di Muka Bumi, Lebih Aku  Sukai Mereka Terhina Dari Pada Penghuni Rumahmu. Dan Tidak Ada Penghuni  Suatu Rumah Di Muka Bumi Di Pagi Hari Yang Lebih Aku Cintai Agar Mereka  Menjadi Mulia Dari Pada Penghuni Rumahmu." (Mutafaq ‘Alaih)


Betapa  Cinta Sahabat Kepada Rasulullah SAW tergambar Ketika Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq Beristirahat Di Gua Tsur Dalam Perjalanan  Hijrah Dari Makkah Ke Madinah Secara Sembunyi-Sembunyi. Kala Itu  Rasulullah SAW tertidur berbantalkan Paha Abu Bakar. Tiba-Tiba Abu Bakar Merasa Kesakitan Karena Kakinya Digigit Kalajengking. Tapi, Dia Berusaha Sekuat Tenaga Menahan Sakit, Hingga Mencucurkan Air Mata, Jangan Sampai Pahanya Bergerak, Khawatir Rasulullah SAW terbangun.


Abu Thalhah Radhiallahu’anhu Pada Waktu Perang Uhud, Beliau Membabi  Buta Melemparkan Panah-Panah Ke Arah Musuh Hingga Rasulullah Shallallahu  ‘Alaihi Wa Sallam Melihat Ada Sedikit Rasa Iba Kepada Musuh. Maka Abu Thalhah Radhiallahu’anhu berkata, “Demi Bapak Dan Ibuku Yang Jadi Tebusanmu,  Wahai Rasulullah, Jangan Engkau Merasa Iba Dengan Mereka, Karena  Panah-Panah Mereka Telah Melukai Dan Menusukmu, Sesungguhnya Leherku  Jadi Tameng Lehermu.” (HR. Bukhari, No.3600 Dan Muslim, No.1811). 


Diriwayatkan Dari Abu Hurairah RA Bahwa Tsumamah Bin Tsaal Berkata: Ya  Muhammad, Demi Allah, Dulu Tidak Ada Di Muka Bumi Ini Satu Wajah Pun  Yang Paling Aku Benci Daripada Wajahmu. Tapi, Akhirnya Wajahmu Menjadi  Wajah Yang Paling Aku Cintai. Demi Allah, Dulu Tidak Ada Suatu Agama Pun  Yang Paling Aku Benci Daripada Agamamu, Tapi Sekarang Agamamu Menjadi  Agama Yang Paling Aku Cintai. Demi Allah, Dulu Tidak Ada Suatu Negeri  Pun Yang Paling Aku Benci Daripada Negerimu, Tapi Sekarang Negerimu  Menjadi Negeri Yang Paling Aku Cintai. (Mutafaq ‘Alaih).


Diriwayatkan Dari ‘Aisyah R.A Bahwa Saad Pernah Berkata: Ya Allah,  Sungguh Engkau Mengetahui Bahwa Tidak Ada Seorang Pun Yang Lebih Aku Sukai Untuk Diperangi Karenamu Daripada Suatu Kaum Yang Mendustakan Rasul-Mu Dan Mengusirnya. (Mutafaq 'Alaih).


Anas Bin Malik  Berkata: Sesunguhnya Rasulullah SAW. Pada Saat Perang Uhud Telah  Terpojok Sendirian Bersama Tujuh Orang Anshar Dan Dua Orang Quraisy  (Muhajirin). Ketika Musuh (Kaum Musyrik) Telah Merangsek Mendekati  Beliau, Beliau Bersabda, “Siapa Yang Bisa Menolak Mereka Dari Kita, Maka  Ia Akan Masuk Surga Atau Menjadi Temanku Di Surga.” Maka Majulah Seorang Laki-Laki Dari Kaum Anshar Lalu Memerangi Musuh Hingga Terbunuh. Kemudian Musuh Kembali Merangsek Mendekat. Beliau Bersabda, “Siapa Yang  Bisa Menolak Mereka Dari Kita, Maka Ia Akan Masuk Surga Atau Menjadi  Temanku Di Surga.” Maka Majulah Seorang Laki-Laki Dari Kaum Anshar, Lalu  Memerangi Musuh Hingga Ia Terbunuh. Hal Seperti Itu Terjadi Berulang-Ulang Hingga Terbunuhlah Tujuh Orang Anshar. Rasulullah  Bersabda Kepada Dua Sahabatnya (Dari Muhajirin), “Kita Tidak Sebanding  Dengan Para Sahabat Kita Itu.”(HR. Muslim)




Habib Muhammad Rafiq
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Pohon Kurma Yang Tak Ingin Berpisah Dengan Nabi

Dari sahabat Buraidah RA, bahwa ada seorang Badui yang minta kepada Nabi agar beliau menunjukkan sebuah bukti mukjizat kenabiannya, lalu Nabi berkata pada Badui tersebut “Katakan pada pohon itu, bahwa Rasulullah memanggilmu!” lalu Badui itu melakukan apa yang diperintahkan beliau, dan seketika itu pula pohon tersebut menggerakkan batang-batangnya ke kanan dan ke kiri, ke depan dan ke belakang, lalu berjalan menapak bumi dengan batang-batangnya menghampiri Nabi dan mengucapkan :


“Salam untukmu Yaa Rasulullah.”


Lalu Badui itu minta agar pohon tersebut kembali ke tempatnya semula, dan pohon itu pun kembali ke tempatnya seperti keadaan sebelumnya setelah diperintahkan oleh Rasulullah. “Izinkan aku untuk bersujud padamu.” Kata Badui itu tadi kepada Rasulullah, dan Nabi berkata:


“Kalau aku mau menyuruh manusia sujud kepada manusia, niscaya aku akan menyuruh seorang istri untuk sujud kepada suaminya.”


Badui berkata “Kalau begitu izinkan aku untuk mencium kedua tangan dan kakimu.” Dan Rasulpun mengizinkannya.”


Dan salah satu mukjizat Nabi Muhammad yang sudah tak asing lagi adalah rintihan batang pohon kurma yang tak ingin berpisah dengan beliau, bahkan kabar ini sudah mencapai derajat Hadits Mutawatir, karena telah banyak diriwayatkan para imam hadits dari belasan sahabat kenamaan seperti Jabir Bin Abdillah, Anas Bin Malik, Abu Sa’id Al Khudry, Buraidah dan lain-lain.


Sahabat Jabir Bin Abdillah RA menuturkan “Atap masjid terbuat dari pelepah kurma, dan bila Nabi sedang berkhutbah beliau bersandar di salah satu sisinya. Namun ketika telah dibuatkan mimbar yang baru untuk beliau, tiba-tiba kami mendengar rintihan tersebut seperti suara gergaji. Hingga masjid mendengung karena suara rintihannya, hingga Nabi menghampirinya dan beliau meletakkan tangan beliau yang mulia lalu ia diam, lalu Nabi memberikan untuknya dua pilihan, beliau bersabda “Kalau kau ingin, aku akan kembalikan kamu ke tempat yang sebelumnya kamu tempati, hingga tumbuh kembali cabang-cabangmu, dan hingga sempurna pertumbuhanmu dengan terus berbuah, dan aku akan menanammu di surga, dan para wali Allah akan memakan dari buahmu?.”

Lalu Nabi mendengarkan pilihannya, dan menyimak apa yang dikatakan pohon tersebut, dan Rasul memberitahukan pilihannya dengan sabdanya (menerjemahkan pembicaraan pohon itu) “Kau tanam aku di surga, dan para wali Allah memakan dari buahanku, hingga aku berada di tempat yang kekal dan tak akan binasa (surga).” Lalu Nabi bersabda “Aku telah memenuhinya…


“Dia telah memilih tempat yang kekal (Akhirat), ketimbang tempat yang fana (dunia).”


Al Imam Hasan Al Bashry bila sedang mengemukakan hadits ini, beliau selalu menangis sambil berkata kepada yang hadir di sekitarnya “Wahai para hamba Allah, sebatang kayu merintih lantaran ia merindukan Rasulullah di tempatnya, maka kalianlah sebenarnya yang lebih layak dan lebih pantas untuk rindu bertemu dengan beliau SAW.”




Sumber: Kitab "Muhammad SAW, Memang Luar Biasa" karya Al Habib Muhamad bin Alwi Al-Haddad
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Hot Threads

Untaian Doa




Doa Nabi Khodir

ﻳﺎ ﻣﻦ ﻻ ﻳﺸﻐﻠﻪ ﺳﻤﻊ ﻋﻦ ﺳﻤﻊ

yaa man laa yusyghiluhu sam’un ‘an sam’in

ﻳﺎ ﻣﻦ ﻻ ﺗﻐﻠﻄﻪ ﺍﻟﻤﺴﺎﺋﻞ

yaa man laa tughlithuhul masaa`il

ﻳﺎ ﻣﻦ ﻻ ﻳﺘﺒﺮﻡ ﺑﺈﻟﺤﺎﺡ ﺍﻟﻤﻠﺤﻴﻦ

yaa man la yatabarromu bi ilhaahil malhiin

ﺃﺫﻗﻨﻲ ﺑﺮﺩ ﻋﻔﻮﻙ ﻭﺣﻼﻭﺓ ﺭﺣﻤﺘﻚ

adziqnii burda ‘afwika wa halaawata rohmatika

“Wahai Dzat yang tidak disibukan pendengarannya dengan
pendengaran lain.

Wahai Dzat yang tidak pernah salah memberi kepada banyak
orang yang meminta-minta.

Wahai Dzat yang tidak pernah bosan mendengar permintaan
hamba-Nya yang terus menerus(Fathul Baari)

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Gedung Seni dan Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2010. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger